MUJIZAT PELIPATGANDAAN UANG DI NIAS


Judul di atas mungkin terlihat kontroversial ... sepertinya Tuhan bisa juga memperbanyak uang di dompet kita secara ajaib. Saya (penulis) tidak tahu apa pendapat Anda atau orang lain tentang judul di atas, tapi apa yang terjadi di sebuah seminar terobosan keuangan yang kami adakan di sebuah gereja di Nias beberapa waktu lalu memang terjadi persis seperti judul tersebut.
.
Bila Anda tahu tentang mujizat 5 roti 2 ikan yang berlipat ganda sedemikian rupa hingga bisa memberi makan lebih dari 5000 orang, mujizat tersebut terjadi pada roti juga ikan. Namun dalam seminar kami di Nias, mujizat pelipat gandaan terjadi pada sejumlah uang.
Ada saksi-saksi yang melihat langsung peristiwa itu. Salahsatu di antaranya justru saya sendiri, pembicara seminar.
Setelah seminar berakhir ... saya didampingi oleh pendeta tuan rumah, membagikan amplop berisi uang transport untuk tiap peserta seminar. Perlu diketahui, ruang seminar terlihat penuh, mereka yang hadir adalah para hamba Tuhan dan jemaat dari beberapa denominasi gereja. Jumlah mereka lebih banyak dari perkiraan semula ... dan itu membuat saya membagikan amplop dengan perasaan was-was, kuatir akan kurang.

Peserta demi peserta dipanggil sesuai daftar hadir seminar. Ketika mereka maju ke depan saya memberikan amplopnya ... Dan ajaib, amplop tidak kunjung habis dibagikan hingga ...  peseta terakhir !! Amplop terakhir untuk peserta terakhir yang dipanggil. amplop dan uang di dalamnya telah berlipatganda. Mujizat pelipat gandaan uang terjadi persis di depan mata saya.
Jumlah amplop lebih sedikit dari jumlah peserta seminar, selisih keduanya sekitar 20 amplop. Jadi amplop dan uang di dalamnya telah bertambah banyak secara ajaib sejumlah 20 amplop.

Peristiwa di atas telah menguatkan iman banyak orang. Karena kemana pun Tuhan mengutus saya untuk menyampaikan firman-Nya, saya bersaksi tentang peristiwa tersebut. Saya berharap, Anda yang membaca tulisan saya ini juga dikuatkan imannya. Dan biarlah Tuhan Yesus makin dipermuliakan.  .

penulis: Yohanes Prima

baca juga:

0 Comments

Newest